The Key is being Authentic

 

Siapa yang tidak kenal Mexicola sebagai salah satu ikon kehidupan malam di Seminyak Bali. Kini hadir  “anaknya”, Tropicola,  beach club yang sejak Agustus mulai buka di kawasan Batu Belig/Seminyak Bali. Apakah persamaan Mexicola dan Tropicola, selain dua-duanya memiliki unsur nama “cola”? Ikuti cuplikan wawancara djakarta.id dengan Nicolaza Que Pasa, Co-Owner Tropicola, warga Mexico dan pertama kali mengunjungi Bali di tahun 2006.

Mexicola sukses menjadi salah satu tujuan hangout populer di kawasan Seminyak. Untuk mengulangi sukses ini di Tropicola, apakah tinggal memindahkan Mexicola ke pinggir pantai?

Tentu tidak, Tropicola adalah beach club yang sangat sexy dan kami harus berpikir jauh lebih lanjut. Pengalaman hidup kami selama ini dibawa ke Tropicola. Sebagai contoh, saya sudah keliling dunia, saya sudah mengunjungi banyak beach club yang meninggalkan kesan yang indah dan sangat mengagumkan. Dan kenangan yang indah inilah yang ingin kami bawa ke Tropicola. Mexicola adalah kebangsaan. Saya warganegara Mexico. Di Mexicola para pengunjung harus merasa seperti ada di Mexico. Mereka akan menikmati hidangan Mexico yang otentik. Berlainan di Tropicola. Di sini pengunjung bisa merasa seperti di mana saja, apakah di Mexico, Copacabana, Rio de Janeiro atau Bora-Bora. Tempat indah mana pun. Oleh karena itu, Bali adalah tempat yang ideal untuk Tropicola.
 
Tropicola ada di lokasi yang sangat strategis di area pantai Seminyak. Apakah Tropicola juga bisa sukses jika ada di area seperti Jimbaran atau Uluwatu misalnya.

Belum pernah ada yang menanyakan hal ini pada saya. Yang pasti, kami mencari pengunjung yang menjadi sasaran kami, orang-orang yang ingin kami ajak ke mari.
 
Apakah pasarnya berbeda antara Seminyak dan Uluwatu?

Saya pikir orang akan mengikuti kami. Sama halnya dengan club yang ada di Uluwatu, mereka memiliki pasar sendiri, mereka sudah tahu apa yang dicari orang. Begitupun kami. Kami tahu apa yang kami inginkan, kami menguasai produk kami, dan kami tahu siapa yang akan menggemari produk kami. Jadi mereka akan datang di mana pun kami ada.
 
Apakah Tropicola berbeda seandainya ada di atas tebing

Begini, area ini (Seminyak)  lebih fun, dan inilah yang kami cari. Namun seandainya pun, saya punya keyakinan tetap bisa menjalankannya di sana juga.
 
Apa perbedaan beach club di Australia dengan di Bali?

Ada banyak batasan untuk beach club di Australia. Tidak diperkenankan untuk membawa minuman ke pantai, tidak boleh ada alkohol di sana, dan tidak bolah ada payung matahari. Itulah Australia, banyak sekali aturannya. Di Bali jauh lebih bebaslah.
 
Tropicola bergaya arsitektur dari era tahun 80an yang sangat cerah dan meriah. Apakah suasana yang sama bisa hadir seandainya gayanya rustik seperti beach club yang banyak ada di Bali.
 
Tidak mungkin. Gaya Tropicola bersih, berkilau, segar dan penuh warna. Inilah refleksi era 80an.
 
Ada pendapat bahwa Tropicola lebih mirip Stadion Renang

Penjelasannya sedikit mirip dengan kondisi Mexicola. Jika diperhatikan dengan seksama, kami memiliki halaman tengah di Mexicola, dan semua perhatian akan mengarah ke sana, itulah mahakaryanya. Ada energi mengalir sekelilingnya.  Di Tropicola, mahakaryanya adalah kolam renangnya. Semuanya dibangun mengelilingi kolam ini pada beberapa tingkat berbeda. Selalu ada yang bisa dilihat di mana pun pengunjung duduk. Semua pengunjung saling berhadapan. Kami tidak ingin orang hanya melihat ke satu arah. Semua ada bersama-sama di tengah.
 
Banyak usaha di bidang makan dan minuman,  termasuk di Seminyak, buka dan tutup lagi. Apa kesalahan mereka?

Lokasi tentu adalah elemen penting, begitupun produknya. Apa yang kurang adalah keaslian atau keunikan. Banyak usaha mirip satu dengan lainnya. Jangan hanya meniru saja. Tidak ada yang sama dengan Tropicola. Tropicola tidak menjiplak mana pun. Ini sesuatu yang baru di Bali, dan tidak ada samanya di Bali. 
 
Anda malah tidak takut ditiru?

Tidak, tidak mungkin. Seandainya ada yang membuat beach club mirip berhasil, saya pasti kagum.
 
Ada pengunjung yang datang hanya untuk berfoto dan update status. Seberapa pentingnya media sosial untuk Tropicola dan mana bagian yang paling “instagramable”

Penting sekali. Saat ini apa yang pertama kali kami lakukan setelah bangun pagi adalah membuka HP. Siapa yang beri likes, apa yang orang tulis tentang kami, itulah yang menjadi sapaan selamat pagi bagi kami. Spot paling “instagramable” saat ini adalah duduk di kursi merah di atas air. Namun apa yang ada saat ini baru sebagian. Highlight Tropicola akan segera ada di lantai atas, yaitu di restoran dengan mural dan patung. Bagian di pantai juga belum selesai. Akan ada banyak hal unik di sana.
 
Apa tantangan terbesar saat ini jika ingin membuka usaka makanan dan minuman di Bali?

Banyak orang tidak mengenal diri sendiri. Harus jujur pada diri sendiri apa yang akan dijual. Saya percaya ini kadang susah. Saya banyak ditawari untuk bekerja sama untuk buka ini dan itu, tapi siapa Anda dan apa yang akan Anda jual. Jika jelas apa yang dijual, orang akan membeli. Orang ingin membeli apa yang ditawarkan. Tunjukkan pada dunia siapa Anda.
 
Apa proyek berikut setelah Tropicola selesai?

Nantilah. Kita selesaikan hotelnya dulu.
 
Apakah masa depan Anda ada terus di Bali?

Saya cinta Bali, tempat yang magis bagi saya. Bali satu-satunya tempat saya tinggal saat ini, dan saya telah tinggal di banyak tempat. Saya senang dengan gaya hidup Bali, yaitu hidup hari demi hari. Tinggal di Australia artinya tinggal di masa depan. Ingin kawin, ingin punya anak, ingin bangun rumah, hanya melakukan rencana demi rencana. Mexico adalah masa lalu. Ibu saya selalu mengeluh, waktu saya muda, waktu saya kaya, waktu presiden kita begini dan seterusnya, itulah hanya kenangan. Bali adalah hidup saat ini, dan saat ini berarti melangkah ke depan.
 
Terima kasih untuk waktunya, dan sukses terus dengan karya yang unik!