Save the Planet

Ubah Sampah Makanan jadi Kompos

DOKU Luncurkan Program Green Party sebagai Inisiatif ESG Perusahaan

DJAKARTA.ID - Bertepatan dengan perayaan Earth Day 2026 sekaligus ulang tahun ke-19nya, DOKU merilis sebuah program bernama Green Party. Inisiatif standar non-keuangan yang dijalankan untuk mengukur keberlanjutan dan dampak etis perusahaan terhadap lingkungan (environment), masyarakat (social), dan tata kelola (governance) atau ESG.

Program ini menyasar pengelolaan limbah sirkular yang terjadi di perkantoran dengan mengubah sampah sisa makanan kantor jadi kompos lebih bermanfaat. DOKU menargetkan dapat memangkas 65% sampah organik yang dihasilkan dari sisa-sisa makanan kantor atau setara dengan 650kg/bulan dari Tempat Pembuangan Sampah (TPA).

“Bahkan bisnis digital tetap meninggalkan jejak. Melalui Green Pantry, kami ingin menunjukkan bahwa langkah sederhana di tempat kerja dapat memberikan dampak lingkungan yang nyata dan terukur,” ujar Himelda Renuat, Co-Founder & Chief Marketing Officer DOKU.

 Cara kerja dari program Green Party ini adalah melalui sistem waste management terintegrasi langsung di pantry kantor. Karyawan internal diajak untuk ikut memilah dan mengolah limbah makanan. Nantinya hasil dari pemilahan tersebut dijadikan kompos bernama BeyondGrow. Kompos ini diproses melalui tahapan terkontrol, mulai dari pengumpulan, dehidrasi, fermentasi, hingga pematangan.

Dengan okupansi harian sekitar 150–170 karyawan, DOKU diperkirakan bisa menghasilkan hampir 1 ton sampah setiap bulannya. DOKU juga membuka pre-order terbatas untuk BeyondGrow agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Kompos ini dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan daya serap air, sehingga mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih optimal. Informasi lebih lanjut tersedia diwww.doku.com/about/sustainability.


“Langkah sederhana di tempat kerja ini bisa memberikan dampak lingkungan yang nyata & terukur. Keberlanjutan harus jadi bagian dari cara kerja dengan sistem yang tepat hingga melibatkan karyawan, sehingga dampaknya pun bisa konsisten ke depannya,” tutup Nabilah Alsagoff, Co-Founder & COO DOKU. (aul)