Books

Bangun dari Tidur selama 27 Tahun

Dee Lestari mengumumkan rencana penerbitan novel berjudul RAPIJALI

Pada awal Januari 2021, penulis Dee Lestari mengumumkan rencana terbit karya fiksi terbarunya, sebuah novel berjudul RAPIJALI. Karya ini memiliki sejarah yang unik. RAPIJALI merupakan manuskrip tertua Dee Lestari yang sudah “tertidur” selama 27 tahun, yang akhirnya Dee tulis ulang dan tamatkan untuk segera menemui pembacanya pada 2021 ini.

Dee memang tidak asing dengan format digital. Sejak 2007, Dee telah memelopori hadirnya novel digital lewat Perahu Kertas, kemudian menyusul pada 2018, format cerbung digital kembali dihadirkan lewat novel Dee Aroma Karsa.

Berkat kesesuaian kisah RAPIJALI dengan format cerbung, maka sebelum dilansir dalam bentuk edisi cetak, RAPIJALI akan hadir terlebih dahulu sebagai cerbung digital melalui platform Storial.co.

Pilihan Dee tentunya bukan tanpa alasan. Storial, yang bisa diakses melalui aplikasi baik di Android dan IOS maupun situs, telah diunduh aplikasinya lebih dari 100.000 kali dan memiliki setengah juta member. Dengan terbitnya RAPIJALI di platform Storial, diharapkan produk buku digital serta pengalaman membaca daring akan semakin diterima oleh pembaca. Cerbung RAPIJALI bisa dinikmati setiap Senin dan Kamis mulai 25 Januari 2021.

Untuk edisi cetak, Dee kembali bekerja sama dengan Bentang Pustaka, penerbit terkemuka asal Yogyakarta yang telah menerbitkan buku-buku Dee Lestari lebih dari satu dekade. RAPIJALI dijadwalkan untuk terbit pada akhir Februari 2021.

Sinergi dari kedua penerbit dengan dua format berbeda diharapkan dapat memberikan pengalaman membaca optimal sehingga pembaca tidak perlu memilih salah satu, melainkan merangkul keduanya.

RAPIJALI digital akan dilengkapi fitur Forum sehingga tercipta suasana membaca bersama komunitas, sebagaimana yang pernah sukses terwujud menjadi Digitribe Aroma Karsa, yakni kumpulan pembaca cerbung Aroma Karsa yang masih solid hingga kini. Melalui fitur forum yang disediakan oleh Storial.co, para pembaca bisa saling berkomentar, ngobrol, dan bertukar meme untuk merespons potongan demi potongan cerita yang mereka nanti setiap minggunya. Tak hanya itu saja, Dee Lestari bahkan ikut serta menemani pembaca selama cerbung berlangsung dan ikut berinteraksi di Forum.

“Dengan keterbatasan mobilitas di masa pandemi, hadirnya bacaan seru yang bisa dinikmati berkala di rumah lewat gawai masing-masing pasti jadi hiburan menyenangkan,” ungkap Dee Lestari, “tapi, mengingat sensasi membaca buku cetak yang tidak tergantikan, kami pun mengawinkan kedua format tersebut melalui paket penawaran akses premium dengan manfaat penuh bagi pembaca, sehingga baik pembaca digital maupun cetak sama-sama diuntungkan.” Akses premium ini ditawarkan dalam jumlah terbatas yakni 2000 pembaca.

Mengangkat tema utama yang dekat dengan kehidupan Dee Lestari yakni musik, RAPIJALI juga dilengkapi dengan sentuhan unsur drama keluarga, politik, dan persahabatan khas remaja yang membuat buku RAPIJALI bakal gampang diterima oleh para pembaca berumur belasan maupun hardcore fans Dee Lestari yang sudah mengikuti bukunya sejak tahun 2001.

RAPIJALI sendiri berkisah tentang Ping, remaja perempuan berusia 17 tahun, yang hidup damai di Pantai Batu Karas bersama kakeknya yang seorang pemusik di rumah mereka dekat tepian Sungai Cijulang. Dengan bakat musiknya yang istimewa, Ping merasa tidak memiliki wadah di Batu Karas. Namun, ia tidak berani bercita-cita besar karena keterbatasan yang melingkupi hidupnya.

Hidup Ping mendadak jungkir balik ketika ia harus pindah ke Jakarta dan tinggal bersama keluarga calon Gubernur. Ping mesti menghadapi sekolah baru, kawan-kawan baru, dan tantangan baru. Dari sana, Ping menyadari hidupnya ternyata tidak sesederhana yang ia duga. Ada sesuatu dari masa lalunya yang menanti untuk dikuak.

 

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas