Health

Pejuang Berat Badan Anak

Raih Dua Rekor MURI, Sarihusada Kembali Edukasi Gizi Anak

DJAKARTA.ID – Berhasil raih dua rekor MURI, PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) kembali hadir melakukan edukasi gizi anak dalam kampanye aksi “Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS)”. Seperti yang kita ketahui, pPencapaian berat badan ideal merupakan indikator penting dalam menilai status gizi.

Jika anak mengalami kondisi berat badan kurang, maka semakin tinggi juga risiko gangguan pertumbuhan mereka, baik secara fisik maupun kognitif. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh asupan gizi yang tidak memadai, termasuk kurangnya asupan kalori dan protein. Deteksi dini dan pemantauan berat badan secara rutin sangat krusial untuk mencegah terjadinya risiko gagal tumbuh.

“Berat badan dan tinggi badan merupakan dua parameter penting dalam penilaian status gizi anak. Orang tua dianjurkan menimbang berat badan anak minimal sebulan sekali pada anak usia dibawah 1 tahun dan minimal 3 bulan sekali sampai anak usia 2 tahun. Gejala berat badan kurang atau berat badan anak sulit naik (BB seret) pada anak perlu diwaspadai karena hal ini dapat menandakan gangguan pertumbuhan,” ungkap dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med Sc, Sp.A ketika dijumpai dalam acara Health Talkshow "Nutrisi Tepat Tumbuh Hebat", pada Jumat (6/3/2026) di Menteng, Jakarta Pusat. 

Penting untuk memenuhi kebutuhan gizi yang tepat mulai dari memastikan setiap menu makan anak ada sumber karbohidrat, protein hewani, sayur, dan lemak sehat. Protein hewani seperti telur, ikan, ayam, atau daging serta susu sangat penting untuk mendukung pertumbuhan. Selain itu, pemantauan pertumbuhan secara rutin minimal sebulan sekali pada anak diusia 5 tahun oleh petugas kesehatan di Puskesmas, Posyandu, atau rumah sakit sangat dianjurkan.

“Sarihusada memiliki gerakan bernama Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS) yang pada 2025 lalu telah memecahkan dua Rekor MURI. Pada tahun 2026 ini, komitmen tersebut kami lanjutkan melalui kampanye “Pejuang Berat Badan Anak” yang diharapkan dapat semakin memperluas upaya edukasi kepada masyarakat, mendorong deteksi dini, serta mendukung keluarga dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak yang hebat di masa depan,” terang Joris Bernard sebagai CEO Sarihusada.

Dua penghargaan rekor MURI yang diterima Sarihusada pada tahun lalu terdiri dari “Skrining Stunting secara Daring kepada Peserta Terbanyak (1.155.524 Peserta)” serta “Penyuluhan dan Skrining Stunting secara Luring kepada Peserta Terbanyak (10.195 Peserta)”. Tahun ini, Sarihusada juga menggandeng Cut Meyriska sebagai ibu dari 2 orang anak yang terlibat dalam kampanye #PejuangBBanak untuk mengampanyekan pentingnya akses edukasi dan cek tumbuh kembang mereka. “Untuk para orang tua yang sedang menjadi Pejuang Berat Badan Anak, jangan merasa sendirian,” pungkasnya.

Sarihusada juga menyediakan Growth Checker untuk #PejuangBBanak yang dapat diakses dengan mudah melalui bit.ly/pejuangbbanak-alodokter untuk deteksi sejak dini terhadap risiko gangguan pertumbuhan pada anak. Angelia Susanto selaku Healthcare Nutrition Marketing & Strategy Director Sarihusada juga menyampaikan harapannya terhadap permasalahan kesehatan anak Indonesia dan memberikan intervensi gizi tepat dalam mencegah dampak jangka panjang yang lebih serius ke depannya. (aul)