
Refleksi 50 Tahun Berdiri, Save the Children (STC) Indonesia Terus Kawal Ekosistem Perlindungan Anak
DJAKARTA.ID – Organisasi independen untuk pemenuhan hak anak, Save the Children (STC) Indonesia baru saja merayakan hari jadi ke-50 tahun. Selama lima dekade dari tahun 1976, yayasan nasional bagian dari gerakan global Save the Children di lebih dari 120 negara tersebut, telah bekerja bekerja lintas sektor di Indonesia untuk mendorong pemenuhan hak anak melalui berbagai program. Mulai dari bidang kesehatan, gizi, pendidikan dasar, perlindungan anak, peningkatan resiliensi, serta kesiapsiagaan dan respons bencana.
STC Indonesia belajar bahwa perubahan yang paling bermakna tidak pernah lahir dari satu pihak, melainkan dari terjadinya kolaborasi. Berbagai capaian yang telah diraih menunjukkan bahwa perubahan nyata bagi anak dapat terwujud ketika semua pihak bergerak bersama.
“Perjalanan ini juga mengingatkan kita bahwa masih banyak tantangan yang harus dijawab. Karena itu, keberpihakan terhadap anak tidak boleh berhenti sebagai komitmen, tetapi harus diwujudkan melalui kolaborasi yang semakin kuat dan aksi konkret serta berkelanjutan," ujar Dessy Kurwiany Ukar, CEO Save the Children Indonesia.

Berkolaborasi dengan Narasi dan Pakuwon Group, acara Festival Pahlawan Anak akan berlangsung selama empat hari (13 – 16 Agustus 2026) di Mal Gandaria City, Jakarta Selatan. Lebih dari sekadar perayaan, festival ini merupakan gerakan kolaboratif yang mengajak masyarakat untuk mengambil peran dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung bagi setiap anak melalui dialog, pembelajaran, dan pengalaman interaktif.
Selain meningkatkan kesadaran publik terhadap isu anak-anak, festival ini sekaligus memastikan partisipasi aktif dari publik untuk bergabung menyuarakan hak-hak dan keselamatan mereka. Beberapa kegiatan menarik dalam Festival Pahlawan Anak yang bisa diikuti pengunjung secara gratis, seperti pertunjukan imersif, panggung musik, permainan edukatif antara orang tua dan anak, serta bincang-bincang menarik dari berbagai tokoh inspiratif.

“Momentum peringatan 50 tahun STC Indonesia ini bukan hanya menjadi refleksi atas perjalanan yang telah dilalui, tetapi sebagai titik tolak untuk memperkuat gerakan bersama dalam mengawal pemenuhan hak anak di Indonesia. Melalui acara Festival Pahlawan Anak, kami mengajak semakin banyak pihak untuk mengambil bagian dalam membangun ekosistem yang benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik setiap anak,” tutup Dessy. (aul)
Posting komentar