Movie

Film Pendek 'Ambang Batas' Rilis di YouTube

Dari Panggung Festival Dunia, Playvul NYRA Bicara Toxic Masculinity, Kultus Modern, dan Kekerasan Seksual

DJAKARTA.ID Tiga film pendek dari rumah produksi Playvul NYRA berhasil menorehkan pencapaian di berbagai festival film dunia, seperti Fantasia International Film Festival, Tampere Film Festival, Balinale, JAFF, hingga Short Shorts Film Festival & Asia di Tokyo. Ketiga film tersebut adalah More Pain, More Gain (2023), Ambang Batas (2024), dan Salam Dahsyat Fantastis Luar Biasa (2025). Satu diantaranya akhirnya resmi ditayangkan di kanal resmi YouTube Playvul NYRA, yakni film yang berjudul Ambang Batas (2024).

Playvul NYRA merupakan salah satu rumah produksi baru yang konsisten menghadirkan karya dengan isu-isu sosial dan relevan. Meski mengusung genre yang berbeda, ketiga film pendek di atas sama-sama berangkat dari kegelisahan para kreatornya terhadap isu-isu yang kerap luput dari ruang diskusi publik, seperti toxic masculinity, dinamika kultus modern, hingga kekerasan seksual terhadap perempuan.

“Menulis cerita tentang consent dan kekerasan seksual bukan hal yang mudah. Saya ingin penonton merasa dipahami, bukan dihakimi. Proses riset dan diskusi panjang bersama tim menjadi fondasi penting agar cerita ini terasa jujur dan dekat dengan realitas banyak orang,” ujar Amanda Simandjuntak sebagai penulis film Ambang Batas saat ditemui di CGV fX Mall, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2026).

Pilihan Playvul NYRA berkarya melalui film pendek juga sejalan dengan perkembangan industri film itu di negeri ini. Berdasarkan riset Cinema Poetica, jumlah film Indonesia yang diputar di festival internasional meningkat dari 73 judul pada 2023 menjadi 126 judul pada 2025 yang tersebar di 91 festival di 36 negara. Dari 48 penghargaan internasional yang diraih film Indonesia, 23 di antaranya diberikan kepada film fiksi pendek, menjadikannya kategori dengan jumlah penghargaan tertinggi.

“Medium ini memungkinkan kami menyampaikan keresahan secara lebih fokus dan dekat dengan penonton. Melihat semakin banyaknya film pendek Indonesia yang mendapat tempat di festival internasional, kami percaya ada ruang yang semakin besar bagi cerita-cerita yang berani dan relevan untuk didengar di tingkat global,” ujar Nadina Habsjah, Co-Director film Ambang Batas.

Keduanya percaya bahwa film pendek memiliki kebebasan untuk mengeksplorasi ide-ide yang belum memiliki ruang di medium lain. Karena itu, setiap karya mereka selalu berangkat dari keresahan yang nyata dan diterjemahkan menjadi cerita untuk mengajak penonton memahami kompleksitas manusia. Adanya film ini diharapkan dapat memicu percakapan atau dialog yang sulit dimulai.

Film Ambang Batas sendiri terpilih di dua festival Oscar-qualifying, yakni Tampere Film Festival melalui kompetisi Generation XYZ dan Balinale, serta diputar di Final Girls Berlin Film Festival, London International Fantastic Film Festival, Anatolia International Film Festival, dan Cyprus International Film Festival.

Film More Pain, More Gain meraih penghargaan Winner Short Film Competition di Stockholm International Fantastic Film Festival dan Monsters of Film 2024, serta menjadi Official Selection di Fantasia International Film Festival 2025, Fantaspoa 2025, dan Lift-Off Global Network Berlin 2025.

Sementara untuk film Salam Dahsyat Fantastis Luar Biasa telah mendapatkan penghargaan sebagai Winner 2026 Tapestry of Indonesia  Balinale, Oscar-qualifying festival kategori Live-Action Asia International CompetitionShort Shorts Film Festival & Asia 2026 (Tokyo, Japan), serta turut diputar di JAFF.

Ke depannya, Playvul NYRA terus membuka ruang kolaborasi dan eksplorasi yang lebih luas bagi komunitas film di Indonesia untuk mengembangkan karya-karya dengan perspektif atau cerita beragam. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Playvul NYRA yang tidak hanya menghadirkan film pendek, tetapi juga memperluas kontribusinya dalam ekosistem perfilman nasional melalui pengembangan karya dalam format feature film dan series. (aul)