Living Space

Floor Fairy Tales by Moire Rugs Vol. 2

Cerita dan petualangan dalam desain karpet dari 8 desainer

Sejak awal kehadirannya di tahun 2018, Moire Rugs selalu menunjukkan kualitas dan desain premiumnya melalui kolaborasi dengan desainer Indonesia yang ternyata menghasilkan produk karpet yang sangat memukau; A Bespoke Rugs. Pemahaman karpet sebagai alas langsung bergeser menjadi bidang bagi karya kreatif dan seni yang tidak hanya di atas Iantai, tetapi juga di beragam bidang lain. Floor Fairy Tales yang pertama juga membuktikan bahwa teknik dan kualitas produksi lokal tidak kalah dengan produk premium dari luar negri.

Kali ini Moire Rugs kembali memamerkan seri baru dari hasil kolaborasi dengan 6 desainer serta 2 orang desainer dan seniman internasional melalui “Floor Fairy Tales vol.2 by Moire Rugs” di Astha District 8, tanggal 5-21 November 2021. “Para desainer dan pengamat desain sudah cukup familiar dengan nama dan kualitas Moire Rugs, kini saatnya publik secara luas juga harus tahu dan mengapresiasi nama lokal dengan kualitas premium yang juga mengapresiasi talenta kreatif dari para desainer Indonesia.

Nama-nama yang sudah begitu dikenal di industry desain tanah air yang terlibat kali ini adalah Shirley Gouw (desainer interior), Nelson Liaw (arsitek), Randy Halim (arsitek), Severiano desainer interior), Sandy Karman (desainer grafis), and Ong Cen Kuang (Idesainer lighting). Meskipun karpet bukan media berkarya yang biasa mereka kerjakan, ternyata perjalanan merancangnya adalah tantangan yang menyenangkan.

Bermula dari ide dan konsep, pemilihan warna, bahan, dan juga teknik produksi menjadi sangat menentukan bagaimana hasil akhirnya. Masing-masing desainer memiliki sudut pandang sendiri dan pada akhirnya juga memiliki ‘signature’ masing-masing yang membuat pameran Floor Fairy Tales vol.2 ini menyuguhkan keragaman yang sangat atraktif.

Setiap karpetnya punya cerita, punya ekspresi, dan juga punya perjuangannya masing-masing yang kemudian memukau para menikmatnya secara visual dan meruang. Menikmatinya pun tidak cukup hanya melihat dari kejauhan. Efek visual ketika didekati, tekstur yang terlihat dan juga teraba oleh tangan ikut memperkaya pengalaman yang akan dinikmati publik dalam pameran ini

Selain 6 desainer Indonesia, kali ini Moire Rugs juga berkolaborasi dengan Alexander Lamont, desainer dan craftsman dari Inggris yang telah begitu dikenal secara internasional melalui karya-karyanya yang selalu menggabungkan desain, seni, dan craft. Selain desainer, Moire Rugs juga berkolaborasi dengan seniman graffiti Cyril Kongo melalui karyanya yang begitu kaya menggabungkan elemen visual seperti warna, huruf, dan grafis sebagai media ekspresinya.

“Moire Rugs memberikan kebebasan kepada semua desainer untuk mengekspresikan intepretasi kreatif dan personal mereka. Hal ini membuat koleksi yang dipamerkan dalam vol. 2 ini terasa lebih intimate, terasa lebih dekat dengan pemikiran-pemikiran para desainer. Bagi kami, keragaman latar belakang dan sudut pandang inilah yang selalu membuat kami semangat dan membuka mata kami tentang memaknai rasa melalui pertemuan desain dan seni di produk-produk kami,” jelas Tama Florentina, Creative Director Moire Rugs.

Setiap desainer memilih bahan, teknik, dan juga warna dalam karya kolaboratif mereka dengan Moire. Keragaman teknik produk dan profesionalisme lah yang sangat membantu para desainer untuk bisa mewujudkan produk seperti yang mereka bayangkan sebelumnya. Melalui koordinasi yang intens, seluruh karya yang ada dalam Floor Fairy Tales vol.2 ini adalah sebuah persembahan dan apresiasi terhadap seluruh proses kreatif dan petualangan desain dan bagaimana mereka menyarikan kehidupan dalam ide kreatif. “Sebuah kebanggaan bagi kami untuk kali ini menyapa audience yang lebih luas, memperkenalkan ke publik tentang Moire Rugs dan karya-karya desainer yang mengagumkan,” tambah Tama Florentina. Nikmati, dekati, raba, dan rasakan cerita mereka masing-masing menarik hati dan memikat jiwa.