Movie

Hak Penayangan 'Ghost in the Cell' Dibeli 86 Negara

Belum Tayang di Indonesia, Film Besutan Joko Anwar Terbaru Siap Bergerilya ke Berbagai Penjuru Dunia

DJAKARTA.IDSukses tayang perdana di Berlinale 2026 pada Februari kemarin, film Ghost in the Cell kembali menorehkan prestasi melalui dibelinya hak penayangan di 86 negara sekaligus. Mulai dari Asia, Amerika, hingga Eropa, film karya penulis dan sutradara Joko Anwar tersebut dipastikan keliling dunia setelah tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 16 April 2026.

Film Ghost in the Cell merupakan persembahan terbaru dari kolaborasi rumah produksi Come and See Pictures, RAPI Films, Legacy Pictures dan Barunson E&A yang menjadi sales agent untuk perilisan worldwide. Sang sutradara sendiri tidak menyangka bahwa cerita di film ini bisa relate dengan penonton global.

“Ghost in the Cell adalah film yang lahir dari realita Indonesia. Awalnya kami tidak berpikir penonton negara lain bisa relate, eh ternyata cerita di film bukan hanya terjadi di Indonesia. Sebut saja India, Amerika, hingga di Perancis sana. Film ini mengisahkan tentang kekuasaan dengan sistem yang korup di mana orang-orang kecil terjebak di dalamnya,” papar Joko Anwar.

Film ini mengemas isu sosial dan politik dalam genre komedi horor. Membahas ketidakadilan dialami masyarakat dalam problematika tentang kebenaran yang ditutupi. Pembelian hak tayang oleh 86 negara menjadi bukti bahwa film ini cukup relevan dengan berbagai masalah di setiap negara.

“Korupsi tidak punya kewarganegaraan karena ketidakadilan itu bahasa universal. Perjuangan untuk kebenaran itu ternyata bisa dimengerti oleh semua manusia, di mana pun mereka hidup. Itulah kenapa 86 negara mau membeli hak penayangan film ini,” pungkasnya.

Bahkan, sebelum penayangan world premiere di Berlinale 2026, film Ghost in the Cell telah diakuisisi oleh distributor yang berbasis di Jerman, yaitu Plaion Pictures. Kerja sama ini membuat film Ghost in the Cell akan ditayangkan di bioskop di negara-negara berbahasa Jerman.

Plaion Pictures dikenal sebagai distributor film-film pemenang penghargaan prestisius, mulai dari Anatomy of a Fall, The Whale, Titane Parasite, hingga film jebolan Oscar tahun ini, Sentimental Value.

“Tayangnya film Ghost in the Cell di 86 negara di dunia membuktikan secara kualitas produksinya sekaligus terbukti diakui secara luas, sehingga membuat banyak negara berminat untuk menayangkan film kami di negara mereka,” tutup Tia Hasibuan selaku Produser.

Film Ghost in the Cell dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Danang Suryonegoro, Endy Arfian, Lukman Sardi, Mike Lucock, Yoga Pratama, Morgan Oey, Aming, Kiki Narendra, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Almanzo Konoralma, Haydar Salishz, Arswendy Bening Swara, Dewa Dayana, Faiz Vishal, Jaisal Tanjung, dan Ho Yuhang serta memperkenalkan Magistus Miftah. (aul)