Motivasi Pemerintah Kota dan Kabupaten di Indonesia untuk Menerapkan Tata Kelola Keselamatan yang Baik di Wilayahnya Masing-Masing
Kecelakaan lalu lintas adalah sebuah musibah yang sepatutnya dapat dihindari. Namun fakta yang terjadi di lapangan adalah angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan data KORLANTAS POLRI, pada tahun 2015 masih tercatat sebanyak 98.970 kecelakaan lalu lintas. Dan kecelakaan lalu lintas ini paling banyak terjadi pada usia produktif.
Melihat kondisi yang masih memprihatikan tersebut, Adira Insurance, melalui kegiatan tanggung jawab social masyarakat yang dimilikinya yaitu kampanye I Wanna Get Home Safely!, terus berupaya untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat baik pihak pemerintahan, pihak lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta, dan berbagai pihak lainnya untuk terus peduli kepada keselamatan jalan guna menekan angka kecelakaan di Indonesia.
Salah satu kegiatan dalam kampanye I Wanna Get Home Safely! yang terus dijalankan adalah ajang penghargaan Indonesia Road Safety Award (IRSA). Program IRSA ini adalah program apresiasi kepada kota Jan kabupaten terbaik yang telah menerapan program-program terkait keselamatan jalan. Semangat dari program IRSA adalah untuk memberikan dukungan kepada pemerintah kota dan kabupaten agar terus bekerja keras menerapkan pilar-pilar keselamatan jalan di lingkungan pemerintahannya sehingga tercipta keselamatan lalu lintas jalan.
Setelah sukses dilaksanakan mulai tahun 2013, IRSA kembali dilaksanakan untuk keempat kalinya pada tahun 2016 ini. IRSA 2016 kali ini diselenggarakan dengan berbagai perbaikan guna meningkatkan kualitas pelaksanaan program. Pada tahun 2016 ini, perbaikan-perbaikan yang dilakukan adalah menambah jumlah jalan untuk dilakukan observasi, meningkatkan kuota responden survei pejalan kaki, dan beberapa perbaikan lainnya dengan tujuan agar semakin objektif dart komperhensif dalam melakukan penilaian.
Penilaian IRSA mengacu pada atribut lima pilar yang terdapat dalam Rancangan Umum Nasional Keselamatan Jalan (RUNK) yang terdiri dari:
Adapun finalis IRSA 2016 dikelgmpokkan dalam beherapa kategori, yaitu:
Pemenang IRSA 2016 ditentukan dari berbagai rangkaian tahapan kegiatan. Tahapan-tahapan yang dilakukan yaitu tahap Pendaftaran dan Shortlisting dengan menerapkan metode partisipatif dan rekomedasi. Melalui metode partisipatif, terdapat pendaftaran secara terbuka kepada seluruh kota dan kabupaten di Indonesia. Sedangkan untuk metode rekomendasi, dilakukan proses rekomendasi dari sejumlah pakar road safety dalam pemilihan peserta yang berpotensi lainnya.
Pada IRSA 2016, total kota dan kabupaten yang ikut serta dalam IRSA 2016 adalah sebanyak 110 kota dan kabupaten. Dari 110 kota dan kabupaten peserta tersebut, terdapat 92 kota dan kabupaten melalui mekanisme pendaftaran serta 18 kota dan kabupaten yang direkomendasikan cleh pakar road safety. Jumlah pendaftar tersebut mengalami kenaikan 51% dari total peserta IRSA tahun 2015 yang mendaftar.
Dari 110 peserta IRSA 2015 tersebut, telah terpilih 17 kota dan kabupaten yang menjadi finalis IRSA 2016. 17 finalis tersebut terpilih berdasarkan data-data keselamatan jalan seperti jumlah penduduk, jumlah kendaraan, jumlah kecelakaan, panjang jalan, jumlah fatalitas, dan data pendukung lainnya. Seluruh finalis IRSA 2016 terpilih dilakukan survei dan observasi lapangan yang hasilnya dapat digunakan sebagai salah satu penilaian untuk mengeksplorasi dan mengukur kualitas penerapan tata kelola keselamatan jalan terbaik di wilayahnya.
Dari hasil survei dan observasi lapangan, terdapat kenaikan indeks lima pilar keselamatan jalan dari tahun 2015 ke tahun 2016 yaitu dari 3,00 menjadi 3,13. Adapun indeks yang rnengalami kenaikan adalah Safer Vehicle, Safer User, dan Pre and Post Crash Response. Di sisi lain, terdapat beberapa pilar yang mengatarni penurunan indeks yaitu Safer Management dan Safer Road.
Adapun atribut-atribut yang perlu diberikan perhatian khusus dari pilar-pilar yang dilakukan survei adalah publikasi fakta-fakta mengenai kecelakaan di tempat umum, penindakan angkutan barang yang kelebihan beban, sosialisasi nomor darurat kecelakaan, penerlibati kegiatan tepi jalan, dan penegakan peraturan batas kecepatan. Untuk atribut pilar-pilar yang perlu diberikan perhatian khusus dari hasil observasi adalah keberadaan nomor darurat yang dapat dihubungi, keberadaan jalur khusus sepeda, dan publikasi fakta-fakta mengenai kecelakaan di tempat umum.
17 Finalis IRSA 2016 terpilih tersebut juga diundang dalam proses penjurian yang dinilai oleh para juri dari perwakilan kementerian lima pilar keselamatan jalan dan para pakar road safety lainnya untuk melakukan presentasi mengenai berbagai permasalahan, program kerja, dan evaluai kebija.lean terkait dengan tata kelola keselamatan jalan. "Kami sangat gembira melihat lahirnya program-program inovatif baru yang secara serius diterapkan oleh pemerintah kota dan kabupaten setempat. Program baru ini diharapkan dapat menjadi Iangkah preventif yang balk dalam menekan angka kecelakaan jalan di wilayahnya masing-masing" ujar indra Baruna, Chief Executive Officer Adira Insurance.
Dari hasil penjurian tersebut, akhirnya telah terpilih para pemenang IRSA 2016 yang dikelompokkan dalam beberapa kategori yang semakin lengkap yaitu:
1. Pemenang per pitar road safety
2. Pemenang utama per kategorisasi Kota dart Kabupaten
3. Pemenang kategori khusus, yang terdiri dari:
IRSA terus berupaya untuk memberikan apresiasi terhadap kinerja pemerintah kota atau kabupaten yang berhasil menerapkan tata kelola keselamatan jalan terbaik sehingga dapat menjadi pelopor dan role model bagi kota atau kabupaten Iainnya di seluruh Indonesia.
Ajang IRSA tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi para pemerintah kota dan kabupaten Iainnya di seluruh Indonesia sehingga penerapan tata kelola keselamatan jalan di Indonesia akan semakin balk setiap tahunnya. "Semoga sinergi antar berbagai pihak dapat terus terjaga dan terjalin dengan balk sehingga seluruh lapisan masyarakat terus berupaya untuk menjaga keselamatan di jalan dan angka kecelakaan dapat semakin menurun," ungkap Indra.
Indra menambahkan bahwa penyelenggaraan program IRSA ini tidak berjalan dengan balk tanpa dukungan dari berbagai pihak. "Kami ingin mengucapkan terirna kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu pelaksanaan IRSA yaitu Kementerian Pet encanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, Kementerian Kesehatan, Global Road Safety Partnership, Masyarakat Transportasi Indonesia, dan para penggiat road safety lainnya," ujar Indra.
Adapun PEMENANG INDONESIA ROAD SAFETY AWARD 2016 adalah sebagai berikut:
1.Kategori Kota dengan Jumlah Penduduk di Atas 1 Juta Jiwa
2.Kategori Kota dengan Jumlah Penduduk di Bawah 1 Juta Jiwa
3.Kategori Kabupaten dengan Jumlah Penduduk di Atas 1 Juta Jiwa
4.Kategori Kabupaten dengan Jumlah Penduduk di Bawah 1 Juta Jiwa
5.Kategori Khusus
Posting komentar