
Visinema Studios Garap Film Adaptasi dari Buku Karya Reda Gaudiamo, Tayang Lebaran 2026?
DJAKARTA.ID — Rumah produksi Visinema Studios, baru saja mengumumkan proyek layar lebar terbarunya berjudul Na Willa. Sebuah alih wahana dari buku karya Reda Gaudiamo yang akan disajikan dalam format layar lebar. Film ini sekaligus menjadi kolaborasi kedua dari trio kreatif di balik film animasi terlaris Jumbo, yakni Ryan Adriandhy (Sutradara dan Penulis Naskah), Anggia Kharisma, dan Novia Puspa Sari (Produser).
Film Na Willa ini menghadirkan kisah yang penuh kejujuran, kehangatan, kesederhanaan, dan tentunya penuh warna. Tokoh Na Willa akan mengajak penonton Indonesia kembali ke era 1960-an yang artistik dari sudut pandang seorang anak perempuan berusia 5 tahun.
"Setelah Jumbo dan Panggil Aku Ayah, kami dari Visinema Studios terus berkomitmen untuk memproduksi karya-karya bertemakan anak-anak dan keluarga. Pangsa pasar film kategori ini masih sangat besar potensinya di industri film Indonesia dan inilah yang menjadi pemantik bagi kami untuk menghadirkan karya terbaru, yakni Na Willa," papar Anggia Kharisma selaku Chief Content Officer Visinema Studios dan Produser di acara perkenalan film Na Willa, pada Rabu (12/11/2025) di Cikini 82, Jakarta Pusat.
Adaptasi Na Willa ini tentunya sudah mendapatkan restu penuh dari sang penulis aslinya, yaitu Reda Gaudiamo. Meskipun tidak hadir langsung di acara perkenalan film Na Willa, beliau menyampaikan dukungannya melalui video khusus yang diputar saat acara peluncuran. Reda sangat senang dan bangga ketika mengetahui karakter Na Willa akan dibuatkan versi live action melalui format film bioskop.

“Saya tahu Na Willa berada di tangan yang tepat, yakni tangan-tangan yang mencintai Na Willa. Terima kasih kepada seluruh teman-teman di Visinema yang sudah memberikan begitu banyak pada Na Willa. Saya berharap film ini menjadi karya yang bisa dinikmati oleh teman-teman kecil maupun besar, seperti halnya buku Na Willa yang sudah menemani banyak pembaca,” ujar Reda dengan sepenuh hati.
Anggia juga menambahkan bahwa proyek Na Willa menjadi sebuah langkah penting dalam perjalanan kreatif Visinima Stuidos setelah Jumbo. Film Na Willa bagi Anggia bukan sekadar karya sinema, melainkan sebuah sebuah ruang untuk kembali merayakan kehangatan keluarga sebagai tempat di mana tawa, air mata, dan percakapan kecil menjadi bagian dari perjalanan tumbuh bersama.
"Na Willa mengingatkan kita bahwa banyak kemungkinan-kemungkinan yang terbuka dalam hidup kita. Karakter ini ibarat sebagai titik tengah antara masa anak-anak dan dewasa. Kalian akan mendengar semua isi kepala Na Willa di dalam film ini," tutur Ryan Adriandhy sebagai Sutradara dan Penulis Naskah Na Willa.

Film Na Willa ini akan fokus pada cerita di buku pertamanya. Ada alasan kuat yang disampaikan oleh Ryan terkait pemilihan cerita di buku pertama Na Willa. Ia menyebutkan bahwa di buku pertamalah karakter Na Willa dikenalkan dengan berbagai sifat yang dimilikinya sebagai anak kecil yang selalu penasaran dan penuh pertanyaan terhadap sekelilingnya.
"Buku Na Willa itu ada tiga, bagian pertama adalah perkenalan karakter Na Willa sendiri. Sementara buku kedua dan ketiga sudah di tahapan pengembangan karakter Na Willa. Jadi, kami ingin penonton Indonesia kenalan dulu sama karakter ini, makanya kami ambil cerita dari buku pertama. Apakah akan ada film Na Willa 2 dan 3? Ditunggu saja. Kita fokus di proyek Na Willa ini saja dulu," ungkap Ryan.
Ryan juga mengutarakan bahwa film Na Willa ini merupakan proyek impian yang telah ia bayangkan sejak lama ketika pertama kali membaca novelnya. Selama bertahun-tahun, Ryan terus membayangkan bagaimana dunia Na Willa bisa hidup di layar melalui perspektif anak-anak terhadap dunia, khususnya di era 60-an yang penuh warna-warni.

“Saya sudah jatuh cinta dengan karakter Na Willa sejak pertama kali membaca novelnya yang penuh kejujuran dan kesederhanaan yang luar biasa. Saya telah memperjuangkan proyek ini sejak lama, dan akhirnya bisa mewujudkannya bersama Anggia dan Novi serta direstui Ibu Reda Gaudiamo adalah sebuah mimpi yang jadi kenyataan,” ujar Ryan.
Film Na Willa akan menghadirkan dunia Kota Surabaya di tahun 60-an yang menyenangkan sekaligus cukup menantang bagi tim produksi. Mulai dari set, pemilihan nuansa warna, hingga pastinya cast yang sesuai untuk memerankan masing-masing karakter.
"Membangun dunia Surabaya tahun 60-an itu menjadi tantangan yang seru sekaligus menyenangkan dari desain set hingga nuansa warna yang penuh karakter. Kami ingin membangun kedekatan para pemain agar kehangatan keluarga Na Willa terasa tulus dan hidup di layar," lanjut ucap Novia Puspa Sari sebagai Produser.

Na Willa akan diperankan oleh Luisa Adreena, seorang aktris cilik pendatang baru yang sempat bermain di beberapa serial televisi. Peran Mak akan dibawakan oleh Irma Rihi yang sebelumnya berperan apik di film terbaik Festival Film Indonesia 2023, Women from Rote Island. Sementara karakter Pak jatuh ke aktor Junior Lim. Film ini direncanakan tayang memeriahkan Lebaran di Bioskop tahun 2026. (aul)
Posting komentar