
Bridestory Memperkenalkan Wedding Trend 2026
BRIDESTORY memperkenalkan tema Petal Dreamscapes sebagai tren pernikahan 2026 untuk menginspirasi para calon pengantin yang akan menggelar pernikahan di tahun ini. Tema ini merupakan eksplorasi dari estetika romantis dan organik yang dreamy, sehingga menghadirkan interpretasi baru dari keindahan bunga yang lebih artistik, imajinatif, dan emosional serta menciptakan suasana pernikahan yang terasa seperti berada di dalam dunia mimpi yang dipenuhi kelopak dan romantisme yang begitu kental.
Petal Dreamscapes menggabungkan kelembutan elemen floral dengan sentuhan modern, permainan warna muted dan powdery, tekstur metalik, serta komposisi yang tidak konvensional. Konsep ini menekankan pengalaman visual dan atmosfer yang dreamy, seolah-olah setiap detail pernikahan mengalir lembut seperti kelopak bunga yang tertiup angin. Untuk melengkapi tema ini, Bridestory juga memperkenalkan warna pernikahan 2026 bertajuk Charming Champagne — sebuah rona keemasan hangat dengan sentuhan putih gading nan lembut dan anggun. Warna ini memancarkan kesan elegan, hangat, dan timeless, sekaligus modern dan mewah tanpa terasa berlebihan. Charming Champagne merepresentasikan kematangan cinta, keintiman, serta kilau kebahagiaan yang halus, selaras dengan karakter dreamy dari Petal Dreamscapes.
Dalam mengimplementasikan tema ini ke dalam sebuah perayaan pernikahan, calon pengantin dapat menuangkan inspirasinya ke dalam berbagai elemen pernikahan. Mulai dari buket pengantin dengan nuansa transparan dengan kilau perak yang menciptakan refleksi cahaya yang dinamis, dekorasi dramatis dengan kedalaman visual yang memikat melalui sentuhan old-world romance, gaun pengantin bergaya minimalis modern dengan siluet arsitektural yang tegas namun tetap mempertahankan esensi feminin yang lembut, kue pengantin non-konvensional dengan beragam bentuk geometris dan abstrak yang artistik, hingga aksesori dengan gradasi warna yang puitis.
Sebagai representasi visual dan kecantikan dari tema ini, Bridestory menunjuk Syifa Hadju sebagai muse tema pernikahan terbaru ini. Dengan persona yang dikenal lembut, romantis, anggun, sekaligus modern, Syifa Hadju merefleksikan esensi utama tema ini: feminin, ekspresif akan perasaannya, dan memancarkan keindahan yang natural. Karakter wajahnya yang soft, personalitasnya yang hangat, serta gaya pribadinya yang dikenal elegan menjadikannya simbol sempurna dari dunia floral yang puitis, imajinatif dan ethereal.
“Syifa Hadju juga merepresentasikan generasi calon pengantin masa kini, yang berjiwa muda, autentik, namun tetap menghargai nilai klasik dan keanggunan. Kehadirannya sebagai muse memperkuat narasi bahwa Petal Dreamscapes bukan sekadar konsep visual, melainkan perwujudan dari kisah cinta yang lembut, intim, dan penuh mimpi. Kami sangat senang dapat berkolaborasi dengan Syifa di perilisan wedding trend terbaru tahun ini,” ungkap Natasza Kurniawan, Head of Marketing Bridestory.
Tak hanya tren terbaru tahun 2026, Bridestory juga kembali merilis data-data informatif seputar pernikahan yang dikumpulkan melalui survei yang dilakukan di akhir tahun 2025 kepada 5.000 calon pengantin. Responden tersebut terdiri dari 58,7% wanita dan 41,3% pria yang sebagian besar berusia 25-30 tahun. Dari hasil survei, ditemukan bahwa sebanyak 40,9% responden memiliki rencana untuk menikah di kuartal 4 tahun 2026 dengan November menjadi bulan terpopuler, sedangkan 21,8% lagi memilih kuartal 3 tahun 2026 sebagai tanggal pernikahan mereka.
Dalam merancang pernikahan impian, layanan wedding planner dan organizer masih digunakan oleh 92,5% responden. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar calon pengantin membutuhkan bantuan profesional untuk mengelola berbagai aspek pernikahan mereka, mulai dari sesi konsultasi, koordinasi vendor, manajemen anggaran, hingga penyusunan jadwal. Kemudian, setidaknya ada 56% responden yang membuat wedding website dan 91% dari responden menggunakan undangan dan buku tamu digital untuk mengatur daftar tamu mereka dengan lebih praktis.
Ini menunjukkan produk-produk digital seperti website, digital invitation dan RSVP digital semakin digemari dan menjadi sebuah hal esensial dalam pernikahan pengantin masa kini. Melengkapi kebutuhan tersebut, Bridestory menghadirkan SayYes RSVP, sebuah platform komprehensif yang memungkinkan calon pengantin merancang narasi pernikahan secara personal sejak sentuhan pertama. Dengan kurasi template yang bervariatif hingga layanan desain custom yang dapat diselaraskan dengan berbagai konsep pernikahan, termasuk Petal Dreamscapes, Anda dapat menyajikan visual yang puitis melalui galeri foto dan video terintegrasi. Platform ini mempermudah manajemen tamu Anda lewat sistem RSVP real-time, fitur seating management untuk pengaturan tempat duduk yang sistematis, hingga QR check-in pada hari perayaan. Hanya dengan satu tautan eksklusif, SayYes RSVP memastikan setiap detail rencana pernikahan Anda terkelola dengan sempurna, menghadirkan kemudahan profesional dalam satu genggaman digital.
Menurut data yang terkumpul, sebagian besar responden memilih ballroom hotel (48,6%) sebagai tempat pernikahan impian mereka. Hal ini karena lokasi tersebut menawarkan kesan mewah dengan kapasitas yang besar. Selain itu, gedung atau aula serbaguna juga cukup diminati (30%), terutama bagi pasangan yang ingin tetap mengadakan pernikahan formal namun dengan anggaran lebih terjangkau. Pilihan area outdoor seperti taman, pantai, atau lokasi terbuka lainnya juga dipilih oleh (10%) responden, menunjukkan minat yang terus meningkat pada pernikahan yang lebih santai dan intim.
Durasi persiapan menjadi faktor kunci dalam kelancaran sebuah perayaan janji suci. Sebagian besar pasangan rupanya membutuhkan waktu lebih dari 12 bulan untuk mempersiapkan pernikahan mereka (44,1%). Persiapan panjang ini dilakukan lantaran perlu melibatkan pencarian vendor, diskusi demi diskusi dengan wedding planner, menyusun anggaran pernikahan dan mempersiapkan budget, hingga implementasi tema yang sesuai dengan harapan. Kemudian, (30,3%) responden lainnya mempersiapkan pernikahan dalam kurun waktu 9-12 bulan yang dinilai cukup ideal untuk memastikan semua detail tertangani dengan baik. Namun, ada pula yang hanya membutuhkan waktu 3-6 bulan (7,5%) atau bahkan kurang dari itu, meskipun jumlahnya lebih kecil.
Jumlah tamu yang diundang juga cukup bervariasi, yaitu dengan mayoritas responden sebanyak (42%) setidaknya memilih untuk mengundang 101-300 tamu. Pernikahan skala menengah ini memungkinkan pasangan untuk tetap menjaga suasana intim namun tetap meriah. Disusul oleh 301-500 tamu (31,2%), 501-1000 tamu (12,7%), dan lebih dari 1.000 tamu (3,3%). Tak sampai di sana, terdapat sebagian kecil responden dengan persentase (3,5%), yang memilih untuk melangsungkan pernikahan berskala kecil atau micro wedding dengan jumlah undangan di bawah 50 orang.
Berbicara soal budget pernikahan atau anggaran yang dipersiapkan untuk menggelar pernikahan, mayoritas responden mengaku menyiapkan anggaran sebesar Rp250-Rp500 juta (39,9%), sedangkan 24,7% mengalokasikan dana sebesar Rp500 juta - Rp1 milyar dan 22,3% lagi membatasi budget mereka di angka maksimal Rp250 juta.
Dalam memilih vendor pernikahan, portofolio vendor dan harga yang ditawarkan menjadi salah satu penentu bagi calon pengantin. Portofolio dan pricelist yang updated, memiliki variasi konsep dan tema pernikahan yang pernah ditangani, serta tersedia secara jelas di beragam platform digital dan media sosial tentu akan menjadi sebuah hal yang wajib dipersiapkan oleh vendor pernikahan untuk menarik perhatian calon klien. Sebagian besar calon pengantin pun masih mengandalkan platform Bridestory sebagai sumber utama informasi dalam mencari vendor pernikahan yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi. Selain itu, pameran pernikahan dan media sosial juga menjadi sumber informasi lainnya yang kerap diandalkan.
“Melalui data-data yang kami rilis dalam Wedding Survey Report ini, Bridestory ingin membantu para vendor dan pelaku industri pernikahan memahami perilaku, preferensi, serta ekspektasi calon pengantin masa kini secara lebih mendalam. Data ini tidak hanya memetakan arah tren visual seperti tema dan warna, tetapi juga menggambarkan bagaimana pasangan merencanakan pernikahan, mengambil keputusan, hingga apa yang mereka anggap paling penting dalam sebuah perayaan pernikahan. Dengan insight ini, kami berharap para vendor dan juga kami sebagai wedding platform dan marketplace terbesar di Indonesia dapat menyusun strategi, layanan, inovasi, produk, dan konsep yang lebih relevan, personal, dan sesuai dengan kebutuhan calon pengantin generasi sekarang,” ungkap Natasza juga.
Selain insight, inspirasi, dan inovasi produk terbaru, Bridestory pun kembali menjalankan komitmen untuk menghubungkan calon pengantin dengan vendor pernikahan yang tepat melalui gelaran beberapa event tahunan rutin seperti Bridestory Market dan Bridestory Fair. Di tahun 2026, akan ada 3 event pameran yang menghadirkan ratusan booth vendor, yaitu Bridestory Market pada 12-15 Februari 2026 dan 3-6 September 2026 di ICE BSD serta Bridestory Fair di 5-7 Juni 2026 di JICC, Senayan. Calon pengantin dapat menemukan beragam inspirasi, booth vendor, serta promo dan penawaran spesial untuk memenuhi semua kebutuhan pernikahan mereka secara praktis di satu tempat.
Untuk membaca lebih lanjut tentang tren pernikahan 2026 dan 2025 wedding survey report ini, kunjungi The Bridestory Blog dan Instagram @thebridestory.
Posting komentar