CSR Program

Ramadan for A Brighter Change!

Rayakan 10 Tahun Tampil Cantik Saat Lebaran, ZAP Bangun Akses Air Bersih dan Renovasi Sekolah di NTT

DJAKARTA.ID – Pada momen refleksi dan berbagi di Bulan Ramadan ini, ZAP Clinic bersama Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) dan LEE Management menyatukan kekuatan sosial ketiganya untuk membantu kebutuhan dasar anak-anak dan perempuan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut data dari Kemendikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah), provinsi di Indonesia Timur ini mencatat presentase tertinggi untuk sekolah dalam kondisi rusak yang mencapai 29,93%.

Kerusakan tersebut sering ditemukan dalam ruang belajar yang hanya mengandalkan dinding kayu seadanya, seperti atap bocor, lantai hanya berupa tanah, hingga kondisi "bangunan" yang sudah tidak aman dan layak. Selain itu, ada beberapa sekolah yang berada di wilayah rawan bencana, sehingga semakin meningkatkan risiko terhadap keselamatan para siswa dan tenaga pengajar. Situasi inilah yang akhirnya menggerakkan ZAP Clinic bersama kolaborator lintas industri tersebut untuk memberikan nafas segar bagi mereka.

"Ramadan mengajarkan kami tentang kepedulian, empati, dan tanggung jawab sosial. Melalui semangat ini, kami ingin memastikan bahwa aksi kebaikan untuk Indonesia Timur bukan hanya sebagai simbolis, melainkan bukti nyata kami dalam menghadirkan perubahan nyata yang dapat dirasakan anak-anak dan masyarakat," ungkap Syarif Assegaf sebagai CBO ZAP Clinic dalam acara konferensi pers pada Jumat (6/3/2026).

Keterlibatan beberapa figur publik seperti Joe Taslim, Wulan GuritnoWinky Wiryawan, Kenes Andari, Shalom Razade, Gerin Nathanael, serta Ida Rhijnsberger, melakukan kegiatan Volunteer Trip ke Kabupaten Manggarai, NTT pada 3 - 4 Februari 2026 kemarin. Kolaborasi lintas sektor ini berhasil membantu renovasi ruang kelas, memperbaiki fasilitas belajar, membangaun toilet ramah anak perempuan, hingga memberikan edukasi kesehatan dan sanitasi bagi siswa, guru, serta orang tua.

Inisiatif sosial tersebut merupakan bagian dari program SAFE Schools Plan Indonesia yang mendorong terciptanya lingkungan belajar lebih aman, inklusif, dan ramah anak perempuan. Melalui kegiatan seperti penguatan fasilitas sanitasi, perlindungan anak, serta partisipasi aktif komunitas sekolah, mereka berharap setiap sekolah dapat menjadi tempat yang aman, bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi juga memastikan murid-murid dan pengajar dapat belajar dan mengajar dengan sehat dan bermartabat. 

"Tantangan akses air bersih dan sanitasi aman masih sangat kurang di wilayah terpencil. Ketika fasilitas dasar ini belum terpenuhi, maka risiko masalah kesehatan juga semakin tinggi, terutama bagi anak-anak perempuan," papar Dini Widiastuti sebagai Direktur Eksekutif Plan Indonesia menambahkan.

Wulan Guritno yang juga Brand Ambassador ZAP Clinic turut mengungkapkan pengalamannya terlibat dalam kegiatan Volunteer Trip pada bulan lalu. Sebagai seorang Ibu dan perempuan yang berkarir, ia menyaksikan masih banyak anak-anak perempuan di luar sana yang belum mendapatkan fasilitas layak dalam menimba ilmu.

"Pendidikan itu bisa membuka jalan bagi mereka untuk lebih percaya diri dan berani bermimpi. Ketika kita memastikan mereka dapat memiliki akses belajar yang lebih aman dan layak, sebenarnya kita sedang membangun masa depan mereka yang lebih setara," tutup Wulan. (aul)