
The People’s Café Gandeng Sambal Bu Rudy Hadirkan Masakan Khas Surabaya
DJAKARTA.ID – Mengawali kuarter kedua tahun ini, The People’s Café (TPC) merilis menu kolaborasi terbarunya bersama sang legenda sambal dari Jawa Timur, Sambal Bu Rudy. Jenama sambal ikonik dari Surabaya yang berawal dari usaha rumahan, kemudian tumbuh menjadi salah satu nama besar dari Kota Pahlawan tersebut.
Bu Rudy (Lanny Siswadi) mulai membangun bisnis sambalnya dari tahun 1995 yang berawal dari hobi memasaknya. Kini telah berkembang menjadi restoran (depot) dan pusat oleh-oleh khas Surabaya yang menyajikan masakan Jawa Timuran, mulai dari Nasi Udang Empal, Nasi Bakar, Nasi Pecel, Nasi Campur & Madura, Sop, Rawon, dan masih banyak lainnya.
“Rencana kolaborasi bersama Bu Rudy sudah lama jadi perbincangan kami di internal. Kami melihat ada kesamaan misi untuk mengenalkan beragam masakan Indonesia ke generasi muda,” ungkap Nuranti Dwiyana Putri sebagai Marketing Manager The People’s Café pada Kamis (30/4/2026) di gerai TPC Grand Indonesia.

Melalui kolaborasi ini, TPC menghadirkan tiga menunya yang terdiri dari Nasi Lidah Komplit, Nasi Cumi Hitam, dan Nasi Sate Kelapa. Proses pemilihan ketiga menu ini juga melalui proses yang cukup detail, paling menggambarkan brand Bu Rudy sendiri, serta disesuaikan dengan TPC tanpa meninggalkan otentik rasa.
“Tentunya ada kontrol yang kami lakukan dalam setiap tahapan development kurasi masakan Jawa Timur yang akan disajikan. Kami memastikan mulai dari bahan hingga saran penyajian sesuai standar, sehingga apa yang hadir di meja pelanggan memiliki kualitas yang sama,” terang Bu Rudy.
Semua menu kolaborasi ini disajikan dengan Sambal Bawang Bu Rudy, serta tambahan udang crispy untuk Nasi Lidah Komplit dan Nasi Cumi Hitam. Menu kolaborasi baru TPC dan Bu Rudy dapat dinikmati di seluruh gerai TPC mulai tanggal 5 Mei 2026. Pengunjung TPC juga dapat menikmati promo Buy 1 Get 1 untuk menu Nasi Sate Kelapa Komplit + Iced Tea (5–11 Mei 2026), serta pilihan bundle menu lainnya.

Masakan Indonesia kini semakin berkembang dengan beragam kreasinya dan ditambah lagi dengan pencinta kuliner yang terus berani eksplor. Sehingga, makin banyak juga restoran-restoran yang meng-highlight masakan Indonesia. Ini artinya menu-menu lokal Nusantara tidak kalah menarik dengan masakan-masakan dari luar.
“Bagi kami, kolaborasi ini menekankan bagaimana sesuatu yang sudah dikenal luas, bisa dihadirkan kembali dengan cara lebih relevan dengan keseharian sekarang. Kami tidak mengubah esensinya, melainkan menyesuaikan bagaimana orang menikmatinya hari ini,” tutup Cendyarani, President Director ISMAYA Group. (aul)
Posting komentar