Health

Tak Hanya Saat Sakit, Ungkap Audy Dental

Perawatan Gigi Kini Jadi Bagian dari Gaya Hidup

Kebutuhan perawatan gigi masyarakat Indonesia menunjukkan pola yang beragam, baik berdasarkan kelompok usia maupun wilayah. Perawatan estetika, misalnya, mendominasi kebutuhan pasien dewasa usia produktif, sementara kunjungan preventif menunjukkan perbedaan aktivitas antar kelompok usia dan wilayah.

Gambaran tersebut terungkap melalui analisis kunjungan pasien selama 2025 hingga 2026 dari lebih dari 65 klinik Audy Dental, jaringan klinik gigi spesialis terbesar di Indonesia dengan konsep One Stop Dental Care Solution yang mengintegrasikan berbagai layanan, yang tersebar di Jawa dan Bali. Data ini memperlihatkan beberapa pola menarik terkait kebutuhan perawatan gigi masyarakat.

Perawatan Gigi Kini Dilihat sebagai Lifestyle & Wellness, Bukan Hanya Healthcare

Perawatan gigi kini tidak hanya sebatas penanganan masalah gigi yang dialami. Sejumlah jenis perawatan telah semakin menjadi bagian dari gaya hidup dan wellness, mulai dari tindakan preventif seperti scaling untuk menjaga kebersihan dan kesehatan gigi, hingga perawatan estetika untuk memperbaiki tampilan dan susunan gigi.

Berdasarkan analisis data pasien Audy Dental di wilayah Jawa dan Bali, pasien usia produktif 25–59 tahun menempatkan perawatan preventif, seperti pembersihan karang gigi (scaling), sebagai prioritas utama.

Hal serupa juga terlihat pada kelompok anak usia 0–12 tahun, yang menunjukkan mulai terbentuknya kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak dini oleh keluarga muda melalui pemeriksaan rutin dan tindakan pencegahan, seperti aplikasi scaling dan fluoride varnish.

Di sisi lain, kelompok remaja dan dewasa muda (13–24 tahun) mulai menunjukkan minat terhadap perawatan estetika gigi. Faktor penampilan dan kepercayaan diri menjadi salah satu pertimbangan dalam menjaga kesehatan serta menunjang estetika gigi.

Pada kelompok usia 36–59 tahun, kebutuhan perawatan lebih beragam, dengan perawatan preventif tetap menjadi prioritas, diikuti tindakan restoratif untuk memperbaiki gigi berlubang dan tindakan kuratif untuk menangani permasalahan kesehatan gigi yang telah terjadi.

Meski Perawatan Preventif Mendominasi, Pola Kebutuhan Restoratif dan Ortodonti Berbeda Antarwilayah

Dari sisi geografis, perawatan preventif tercatat menjadi prioritas utama di seluruh wilayah layanan Audy Dental, baik Jabodetabek, Bandung dan Karawang, maupun kota-kota lainnya di Jawa dan Bali. Meski demikian, terdapat perbedaan pada pilihan perawatan berikutnya. Pasien di wilayah Jabodetabek cenderung menempatkan perawatan restoratif sebagai

prioritas kedua, sedangkan pasien di luar Jabodetabek menunjukkan kecenderungan lebih tinggi terhadap perawatan estetika.

Temuan ini menggambarkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan gigi semakin beragam dan dipengaruhi oleh tahapan usia maupun karakteristik wilayah.

Perawatan gigi tidak lagi semata-mata dilakukan ketika muncul keluhan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan, menunjang penampilan, dan meningkatkan kualitas hidup. Kondisi ini sekaligus menegaskan pentingnya edukasi kesehatan gigi yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap kelompok usia, serta mendorong masyarakat untuk lebih rutin melakukan pemeriksaan dan perawatan preventif.

Menanggapi temuan tersebut, drg. Yulita, CEO Audy Dental, mengatakan, "Kebutuhan perawatan gigi masyarakat tidak bisa disamaratakan. Perbedaan pola berdasarkan usia dan wilayah menunjukkan pentingnya layanan kesehatan gigi yang komprehensif dan sesuai kebutuhan pasien. Di sisi lain, edukasi mengenai perawatan preventif juga perlu terus diperkuat agar masyarakat tidak hanya datang ketika mengalami keluhan."

Upaya Menjawab Kebutuhan Pasien yang Semakin Beragam

Memahami beragamnya kebutuhan tersebut, Audy Dental terus memperkuat jaringan dan kapasitas layanannya. Sepanjang 2026, Audy Dental akan menambah delapan cabang di Jawa dan Bali. Perusahaan juga terus mengembangkan inovasi layanan, termasuk standarisasi SOP dan sistem harga yang transparan, penguatan infrastruktur digital, serta penerapan sistem digital informed consent. Berbagai upaya tersebut turut mendapat pengakuan melalui penghargaan dari Healthcare Asia pada kategori Dental Clinic of The Year dan Marketing Initiative of The Year.

Untuk mempermudah akses pasien, Audy Dental juga menghadirkan Easy Appointment, layanan informasi dan reservasi melalui 1 nomor WhatsApp terpusat selama 24 jam, dilengkapi fitur Smart Reminder, sekaligus aktif mengedukasi mengenai pentingnya kesehatan gigi ke sekolah, kantor-kantor dan pusat lifestyle. Sepanjang tahun 2026 ini, Audy Dental telah mengunjungi lebih dari 55 lifestyle area, sekolah, dan kantor di pulau Jawa

"Melalui pengembangan jaringan dan layanan terintegrasi, kami berha***rap dapat semakin mendekatkan akses masyarakat terhadap perawatan gigi yang sesuai kebutuhan, sekaligus mendorong kebiasaan menjaga kesehatan gigi melalui pemeriksaan rutin dan perawatan sejak dini," tutup drg. Yulita.

Ke depan, perubahan pola kebutuhan ini menunjukkan bahwa layanan kesehatan gigi perlu terus berkembang seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan, pencegahan, dan kualitas hidup.