
Rilis Lagu Baru, Penyanyi Kamila Batavia Kenang Mendiang Sang Ibu
DJAKARTA.ID - Setahun setelah debut Extended Play (EP) bertajuk The Scent of Camellias (2025), Kamila Batavia berhasil mencuri perhatian penikmat musik Indonesia dengan konsep “Baroque Galactic”. Sebuah pendekatan musik dan visual yang ia ciptakan dengan menggabungkan nuansa klasik Eropa dan imajinasi kosmik untuk mengekspresikan emosi dalam lintas waktu.
Baru-baru ini, musisi yang dijuluki “The Princess of Batavia” tersebut kembali merilis lagu terbarunya yang berjudul Tayomi, pada Senin (27/4/2026) melalui Zoom Conference di OPPO Gallery, Gandaria City Mall. Sebelumnya, Kamila dikenal dengan lagu multibahasanya seperti Hilang dan Tak Kembali, Als Ich Einschlief, serta mencatatkan 1 juta streaming lebih. Kini, penyanyi berdarah Indonesia-Jerman ini siap membuka babak baru.
“Di industri musik, para musisi biasanya merilis karya mereka di hari jumat. Namun saya mencoba berbeda dengan merilis di tanggal 27 ini yang bertepatan dengan hari kelahiran mendiang ibu. Lagu ini adalah surat cinta saya untuknya,” ujar Kamila.
Melalui single terbarunya, Kamila menghadirkan sebuah pengalaman yang terasa seperti surat tak pernah benar-benar selesai ditulis. Lagu ini lahir dari kehilangannya yang paling personal dan kemudian diterjemahkan menjadi sesuatu lebih luas, yakni rasa rindu tak kenal waktu.
Alih-alih menceritakan kesedihan secara langsung, Kamila memilih membangun dunia yang terbuat dari puing-puing memori. Mempertemukan masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam satu ruang yang sama. Nama Tayomi sendiri diambil dari nama mendiang sang ibu yang berakar dari bahasa Jawa, yakni “Tak Ayomi” atau “Aku Melindungimu.” Sebuah makna sederhana dan terasa abadi seperti janji yang tetap hidup meski seseorang telah tiada. Lagu ini diproduseri bersama dengan musisi Celtic-folk asal Spanyol, Ian Fontova.
Tayomi memadukan nuansa musik yang tak biasa, mulai dari sentuhan medieval, gaya sastra ala baroque, hingga atmosfer yang terasa seperti datang dari ruang angkasa. Namun, di balik semua itu, inti dari lagu ini tetap sederhana, yaitu kerinduan seorang anak kepada ibunya.
“Menurutku, rasa cintaku kepada mendiang ibuku begitu besar, sampai satu periode kehidupan saja tidak cukup untuk menampungnya,” tutup Kamila.
Single ini juga menjadi awal dari perjalanan Kamila sekaligus sebagai pembuka dari album yang tengah ia rencanakan untuk beberapa tahun ke depan, berjudul “Memento Mori: The Baroque Galactic Era”. (aul)
Posting komentar