Food & Beverage Bali!

The Rooster in Flame

Tamba by Junsei Memperkenalkan Babak Barunya

KURANG dari satu bulan sejak dibuka di Sanur, Junsei terus memperluas identitasnya melampaui konsep yakitori izakaya tradisional melalui The Rooster in Flame, sebuah takeover spesial satu malam di Night Rooster pada 29 Mei, mulai pukul 18.00 hingga larut malam. Dipimpin oleh Junsei bersama Tamba, acara ini menghadirkan pandangan lebih dekat terhadap konsep Tamba yang terus berkembang sebagai tearoom di siang hari dan vinyl-led listening bar di malam hari di Sanur.

Tamba by Junsei pertama kali memperkenalkan pendekatan kolaboratifnya melalui kolaborasi internasional bersama SOMA Cocktail Bar di Kuala Lumpur pada awal Mei lalu. Sementara Junsei mulai dikenal lewat yakitori panggang binch?tan dan atmosfer izakaya modernnya, Tamba menghadirkan ritme dan perspektif yang berbeda, dibentuk melalui perpaduan suara, teh, koktail, dan atmosfer yang lebih imersif.

Untuk satu malam saja, Junsei menghadirkan menu flame-driven khasnya ke Night Rooster melalui pengalaman set menu eksklusif dengan kapasitas terbatas untuk 10 kursi yang tersedia mulai pukul 18.00 hingga 20.00, ditemani pilihan à la carte dan koktail yang disajikan hingga malam. Menu ini merefleksikan pendekatan Junsei terhadap masakan Jepang yang berakar pada presisi, keseimbangan, serta penggunaan bahan-bahan lokal pilihan yang diterjemahkan melalui teknik dan sensibilitas Jepang.

Hidangan yang disajikan meliputi Crab Croquette dengan brown crab dan caviar, Snapper Crudo dengan citrus soy, serta pilihan yakitori panggang seperti Seseri, Shisomaki, Hatsu, dan Tsukune, dilengkapi dengan Gyudon yang disajikan bersama onsen egg dan garlic chips. Para tamu juga dapat memilih pengalaman beverage pairing yang terdiri dari enam koktail yang dirancang mengikuti progresi rasa dari setiap hidangan.

“Tamba selalu kami bayangkan sebagai perpanjangan dari Junsei, namun dengan ritme yang berbeda,” ujar Aman Lakhiani, Executive Chef Junsei sekaligus kreator Tamba. “Di Junsei, kami banyak berfokus pada api, tekstur, dan energi khas pengalaman izakaya. Lewat Tamba, kami ingin mengeksplorasi sesuatu yang lebih berlapis dan atmosferik, di mana musik, teh, koktail, dan makanan dapat berinteraksi secara alami sepanjang malam.”

Diciptakan oleh Chef Aman Lakhiani, Tamba bergerak di antara konsep tearoom dan listening bar, perlahan bertransisi dari siang menuju malam. Program minumannya terinspirasi dari bahan dan teknik khas Jepang dengan fokus pada fermentasi, teh, dan profil rasa umami, sementara musik dan atmosfer membentuk ritme ruang sepanjang malam. Terinspirasi dari konsep Jepang utsuroi, menu di Tamba secara bertahap berkembang dari profil rasa yang ringan dan bersih menuju karakter yang lebih dalam dan ekspresif seiring berjalannya malam.

Program minuman Tamba dipimpin oleh Mixologist Dedi Mulyadi, yang memulai perjalanannya di dunia bartending secara tidak terduga dari balik layar sebagai runner di sebuah speakeasy bar di Bandung. Berawal dari latar belakang teknik mesin, Dedi mengembangkan pendekatan teknis namun intuitif terhadap koktail melalui bertahun-tahun mengamati berbagai filosofi bartending dan membangun karakter racikannya sendiri di balik bar.

Koktail racikan Dedi cenderung memiliki profil savoury dan umami, menggunakan bahan-bahan yang lekat dengan dapur Jepang seperti koji, katsuobushi, teh, serta berbagai teknik fermentasi. Untuk The Rooster in Flame, Tamba by Junsei menghadirkan koktail seperti Last Tea Ceremony, Quiet Path, dan Side Garden, yang masing-masing merefleksikan pendekatan rasa Tamba yang berlapis dan restrained.

“Saya tertarik pada minuman yang terasa terhubung dengan lingkungannya,” ujar Dedi. “Bukan sekadar sesuatu yang kuat atau manis, tetapi sesuatu yang berubah mengikuti musik, suasana ruang, makanan, bahkan ritme malam itu sendiri. Di Tamba, minuman dirancang untuk bergerak secara alami bersama suasana ruang, makanan, dan ritme malam.”

Melalui The Rooster in Flame, Junsei terus membentuk identitasnya melampaui format restoran pada umumnya, menghadirkan perpaduan antara makanan, koktail, musik, dan atmosfer dalam satu pengalaman yang terus berkembang. Seiring Tamba bersiap memasuki babak berikutnya di Sanur, kolaborasi ini menjadi gambaran awal dari arah yang tengah dibangun Junsei: sebuah pendekatan hospitality Jepang kontemporer yang berakar pada permainan api, ritme, dan penggunaan bahan-bahan lokal yang diterjemahkan melalui perspektif modern.