Travel & Leisure

Wajah Baru ARTOTEL Harmoni Jakarta

Setahun Setelah Peremajaan, ARTOTEL Harmoni Jakarta Kini Tampil Lebih Kontemporer

DJAKARTA.ID – Setelah menjalani proses peremajaan kurang lebih satu tahun, ARTOTEL Group akhirnya menampilkan wajah baru dari salah satu propertinya, yakni ARTOTEL Harmoni Jakarta. Beroperasi dengan brand ARTOTEL sejak September 2025, hotel yang berlokasi di kawasan Pecinan ini diubah menjadi hotel berkonsep seni, kontemporer, sekaligus merangkul kekayaan budaya di sekitarnya.

Peresmian new look tersebut berlangsung pada Jumat (23/10/2026) melalui acara grand launching yang berlangsung dengan nuansa European Shanghai tahun 1920. Pembaruan mencakup peningkatan kualitas kamar tamu, penambahan karya seni (artwork) di area hotel, hadirnya “Kongsi Rasa” sebagai restoran dengan konsep baru, serta pengembangan ARTSPACE yang menjadi bagian dari identitas khas ARTOTEL. Melalui pembaruan ini, ARTOTEL Harmoni Jakarta tidak hanya menawarkan fasilitas akomodasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang menghubungkan seni, budaya, dan dinamika kehidupan perkotaan.

“Berlokasi strategis di kawasan bisnis Jakarta dan dekat dengan kawasan Pecinan yang kaya sejarah serta tradisi, ARTOTEL Harmoni Jakarta memiliki potensi untuk menjadi lebih dari sekadar tempat menginap,” ungkap Eduard Rudolf Pangkerego selaku Chief Operating Officer ARTOTEL Group.

ARTOTEL Harmoni Jakarta menawarkan perpaduan antara kenyamanan modern, seni kontemporer, dan karakter budaya yang khas. Lokasinya yang strategis bisa menjadi pilihan bagi pelaku bisnis maupun wisatawan yang ingin menikmati pengalaman menginap berbeda, sekaligus mengeksplorasi kekayaan sejarah, budaya, dan kuliner. 

Kemudahan akses yang ditawarkan hotel ini menuju berbagai destinasi bersejarah dan ikonis di Jakarta cukup beragam. Para tamu dapat mengunjungi Istana Negara, Pasar Baru, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral Jakarta, Monumen Nasional (Monas), Museum Nasional Indonesia, dan Museum Arsip Nasional. Selain itu, dekat juga dengan kawasan Pecinan Glodok dan Kota Tua Jakarta. Akses transportasi umum menuju hotel ini bisa dijangkau dengan TransJakarta hingga MRT Fase 2 yang segera hadir, semakin memudahkan kenyamanan para tamu.

Hotel ini memiliki 149 kamar yang terbagi dalam tiga tipe, yaitu Studio 25 (25m persegi), Studio 30 (30m persegi), dan Studio 37 (37m persegi). Fasilitas modern dan premium seperti LED Smart TV (50 inch), tempat tidur dengan matras (200 x 200 cm), mesin kopi instan, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya untuk memenuhi kebutuhan tamu bisnis maupun wisatawan.

Di sisi kebutuhan meeting, bisnis, dan penyelenggaraan acara, ARTOTEL Harmoni Jakarta telah menyediakan satu ballroom dan lima meeting room. Mulai dari rapat bisnis, pelatihan korporasi, konferensi, perayaan sosial, hingga pernikahan atau momentum ulang tahun bisa diakomodir dengan tata ruang yang fleksibel, modern, dan nyaman. Ballroom ini cukup menampung kapasitas hingga 600 orang.

“Kami berharap hotel ini dapat menjadi destinasi pilihan bagi pelaku bisnis maupun wisatawan yang mencari pengalaman hospitality yang berbeda, sekaligus menjadi titik awal untuk mengeksplorasi keragaman seni, budaya, dan kuliner Jakarta,” ujar Eduard menambahkan. 

Restoran “Kongsi Rasa” berkapasitas hingga 150 orang dihadirkan bagi setiap tamu atau pengunjung yang ingin menikmati beragam hidangan Asia dan internasional dalam suasana modern dan kasual. Hotel ini juga menyediakan ruang pre-function berkapasitas hingga 100 orang serta courtyard yang dapat menampung hingga 200 orang. Tersedia juga kolam renang, spa, dan lounge bar yang memberikan pilihan relaksasi bagi para tamu.

Dua karya seniman lokal juga dihadirkan melalui lukisan-lukisan yang dipajang di area kamar, lobby, dan beberapa area hotel. Mereka adalah Diela Maharani dan Donald Saluling yang dikenal dengan pendekatan seni artistik dan mengusung elemen desain Peranakan. Karya-karya keduanya seringkali menciptakan karakter visual yang khas, sekaligus merefleksikan kekayaan budaya kawasan sekitar hotel.

Yup, ARTOTEL Harmoni Jakarta memadukan seni kontemporer dan inspirasi budaya Tionghoa-Peranakan tersebut sebagai identitasnya sebagai artsy hotel. Sebuah tempat beristirahat yang tidak hanya menawarkan akomodasi, tetapi juga menghadirkan ruang apresiasi terhadap kreativitas dan warisan budaya dalam konteks kehidupan urban modern. (aul)